Pemuda Optimis, 22 Mei Indonesia Baik-Baik Saja

AKSARAJABAR.COM, JAKARTA — Jelang penetapan hasil pemilu serentak 2019 oleh KPU RI, sejumlah pemuda dari Kampus Universitas Indonesia semakin optimis bangsa Indonesia akan tetap kondusif. Melalui kegiatan Talk Show dengan mengusung tema “Peran Pemuda Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pasca Pemilu” Optimisme semakin menguat setelah Savic Ali menuturkan tidak adanya indikasi gerakan politik yang mengkhawatirkan,

“Mungkin hanya demo kecil dari kelompok kecil yang kecewa”, terang direktur Islami.co yang merupakan aktivisa 1998 pada audience di gedung rektorat Universitas Indonesia lantai 5 (20/05).

Di masa lalu, kelompok pemuda menjadi pendombrak atas kekejaman rezim orde baru yang menutup semua kran demokrasi. Situasi itu berbanding terbalik dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini, terakhir Savic berpesan para pemuda milenial, untuk tidak membiasakan diri bertanya segala hal pada senior karena itu akan menghilangkan keberanian membuat keputusan yang revolusiner. Dia mencontohkan Gus Dur dan Gus Im yang membiasakan juniornya membuat keputusan sendiri.

Artikel Terkait  KOKAM Jabar: Civil Society Diharap Terus Bergerak Antisipasi PSBB di Jabar

Kepala Program Studi Kajian Terorisme, Muhammad Sauqillah mengatakan tidak ada basis argumentasi politik yang rasional yang menunjukkan demo turun jalan akan sukses, indikasinya tidak ada. Ia mencontohkan Arab Spring di Timur Tengah, kondisi ekonomi jatuh bersamaan dengan angka angkatan pemudanya sudah gerah dengan situasi politik Timur Tengah saat itu.

“Indonesia tidak punya prasyarat itu, saat ini yang mestinya menjadi perhatian lebih pemuda adalah politik identitas di kampus dan masjid-masjid yang mulai didominasi pemuda yang tidak moderat dalam beragama”. Jelas Muhammad Syauqillah.

Artikel Terkait  Bantu Pemda, Bawaslu Subang Gelar Donor Darah

Sementara di Toraja, Manggata Todung Allo mengkisahkan dirinya bersama para pemuda lain membuat komunitas anak desa yang konsisten memerangi hoaks sebagai wujud kontribusi pemuda pada bangsa Indonesia dalam mengkampanyekan perdamaian di Indonesia. “Peran kita dalam lingkup perdamain sangat penting, menggunakan sosmed dengan postingan yang adem adalah hal yang baik”, Peran pemuda harus ada, lingkupnya sesuai dengan pasion yang dimiliki masing-masing pemuda di mulai dari lingkup terkecil. Kegiatan ini diakhiri dengan deklarasi damai pasca pemilu. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close