Polisi Amankan Lima Warga yang Diduga Akan Ikut People Power

AKSARAJABAR.COM, SUMEDANG — Lima orang anggota salasahtu ormas diamankan petugas gabungan yang tengah melakukan operasi di Jalan Raya Garut-Bandung, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Senin (20/5/2019).

Informasi diperoleh mereka diduga akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi people power. Ke lima orang itu yakni TTN (21) warga Kampung Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung; SBI (19) warga Dusun Cikelek, Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung; AK (37) warga Dusun Cilaku, Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung; HAS (33) warga Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung; RMD (18) warga Kampung Cilimus Jangkung, Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Artikel Terkait  Dimanakah TPA Baru Jika Panembong Ditutup?

”Kelima orang tersebut kita amankan di Mapolsek Jatinangor untuk dilakukan pemeriksan lebih intensif, karena saat kita periksa ponsel ke lima orang tersebut terdapat konten provokasi dan seruan people power,” kata Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo kepada wartawan di Jatinangor.

Kelimanya tidak dilakukan penahanan, tapi akan diberi wawasan kebangsaan agar tidak mudah terprovokasi. Setelah itu akan disuruh pulang ke tempat asal mereka.

Menurut Kapolres operasi dilakukan, jelang penetapan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) besok, 22 Mei 2019. Sedikitnya sebangak 100 personel tim gabungan TNI, Polri di Kabupaten Sumedang, melakukan operasi kendaraan angkutan umum maupun pribadi yang melintas Jalan Raya Garut-Bandung, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, dan kawasan Tolengas, Kecamatan Tomo.

Artikel Terkait  30 Januari TPA Panembong Ditutup, TPA Jalupang Aktif Mulai 1 Februari.

“Operasi ini merupakan upaya cipta kondisi menjelang penetapan hasil penghitungan suara ditingkat KPU pusat pasca Pemilihan Presiden/Wakil Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 pada 17 April lalu,” kata Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo di sela kegiatan di Jatinangor.

Hartoyo juga kembali mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan cara-cara inkonstitusional, termasuk people power karena berpotensi menggangu keamanan dan ketertiban.

“Masyarakat sebaiknya menunggu dan menghargai hasil keputusan KPU, tanpa mengancam keamanan dan ketertiban umum,” ungkapnya. (FITRI)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close