UNSUB Dorong Subang jadi Kota Heritage

AKSARAJABAR.COM, SUBANG- Universitas Subang (UNSUB) mendorong Subang menjadi kota Haritage. Bukan tanpa alasan, banyaknya bangunan peninggalan Inggris dan Belanda yang tersebar di penjuru Subang dinilai sebagai modal utama asalkan dikelola dengan baik.

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Teknik Unsub, Deny Poniman K, ST, MT di sela-sela Seminar International Heritage Building Documentation Process yang digelar di Aula Pemda Subang, Selasa (24/7).

“Big output dari seminar internasional ini adalah menjadikan Subang sebagai kota Heritage. Janganlah Subang selalu dikenal dengan cerita hitamnya saja. Kita ubah persepsi itu dengan membuat langkah baru yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, Subang memiliki banyak bangunan warisan sejarah. Bukan hanya di pusat kota, namun juga sampai ke penjuru daerah, terutama di kawasan perkebunan.

“Jika kita lihat di setiap perkebunan gula pasti ada bangunan bersejarah, di perkebunan teh juga banyak, belum lagi di pusat kota Subang. Maka dari itu kita akan menginventarisir terlebih dahulu,” jelasnya.

Selain itu, untuk mewujudkan project tersebut, Fakultas Teknik Unsub akan bekerjasama dengan seluruh fakultas lainnya. Kerjasama dengan Universiti Teknik Malaysia juga akan terus berlanjut karena sudah lebih dulu melakukan hal serupa di Malaysia.
“Nanti akan saling bersinergi. Misalnya dokumentasi bisa digarap Fikom. Fakultas Hukum dan FIA bisa merumuskan regulasinya. Kita juga akan terus belajar dari UTM karena mereka sudah berhasil melakukan perlindungan heritage terlebih dahulu,” tambahnya.

Baca Juga :  Bupati Subang Sampaikan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019 di Hadapan DPRD Subang

Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Raja Nafida bte Raja Shaminan selaku Director Center for the Study of Built Environment in the Malay World (KALAM) Faculty of Built Environment and Surveying UTM mengatakan heritage merupakan jati diri sebuah daerah dan negara.

“Saya rasa kita harus menghargai heritage. Karena dengan itu kita bisa mengenal jati diri kita. Kita sudah melewati banyak zaman dari kedatangan Portugis, Inggris, Belanda, hingga Jepang. Jadi harus tau setiap era itu. Anak-anak muda harus tau soal timeline sejarah,” tegasnya.

Dirinya menilai Indonesia sangat kaya dengan bangunan heritage. Ia juga mempunyai mimpi untuk bersama menjaga bangunan heritage untuk generasi mendatang.

“ Kita harus membentuk manusia dengan mengenal jati dirinya. Berawal dari jati diri baru kita akan mengenal asal usul kita. Salah satunya dari heritage. Selanjutnya Indonesia dan Malaysia bisa bekerjasama dalam project perlindungan heritage ini,” tandasnya. (yr)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close