Gubernur Ungkap Tantangan Pemuda di Era Revolusi Industri

AKSARAJABAR.COM, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai para pemuda Indonesia, termasuk Jawa Barat memiliki tantangan besar yang harus dihadapi di era revolusi industri. Pesatnya perkembangan teknologi menuntut para pemuda untuk lebih inovatif serta menjadi teladan bagi masyarakat lainnya.

Menurutnya, inovasi yang dilakukan pemuda di era revolusi industri sangat penting agar mereka mampu bersaing di kancah global. Namun, para pemuda juga perlu berhati-hati karena kemajuan teknologi memiliki tidak hanya memiliki dampak positif, melainkan juga negatif.

“Saya kira ini kita pahami semua, revolusi digital ada dua sisi ya, ada isi positif mempercepat informasi dan transparansi, tetapi sisi buruknya hal-hal negatif mudah hadir,” ujar Ridwan usai Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Sport Arcamanik Bandung, Senin (28/10/2019).

Artikel Terkait  Pangdam Bersama Prajurit Dan PNS Kodam III/Siliwangi Beramai-Ramai Donorkan Darahnya Bantu Memenuhi Kebutuhan Darah PMI

Emil sapaan Ridwan Kamil mengatakan, pemuda juga harus menjadi benteng agar hal-hal negatif bisa dibendung. Sebab, informasi bersifat destruktif seperti pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme, mudah didapat bila tidak dibendung dengan karakter positif.

“Diharapkan pemuda Indonesia jadi benteng terhadap hal-hal negatif dan menjadi pelopor atau teladan untuk hal-hal positif,” ujar dia.

Emil menyatakan, Pemprov Jabar berkomitmen untuk mewujudkan pemuda yang mampu menjawab tantangan zaman melalui berbagai inovasi. Terlebih, Jawa Barat merupakan provinsi dengan penduduk terbanyak, di mana sebagian besarnya adalah pemuda.

Artikel Terkait  Optimalkan Website dan OpenSID, Munjul Siap Menuju Desa Digital

“Kita banyak mendorong organisasi kepemudaan. Sangat banyak fasilitas kepemudaan, kreatif center kita bangun, tidak lain dan tidak bukan agar pemuda punya fasilitas,” kata dia.

Dijelaskan Emil, para pemuda harus disibukan dengan berbagai kegiatan positif agar mereka terus mengasah pola pikir dengan berkreasi, dan berinovasi. Dengan begitu, pemuda Jawa Barat akan memiliki karakter dan kapasitas yang unggul serta mandiri.

“Pemuda itu yang penting sibuk, tetapi sibuknya positif,” pungkas mantan Walikota Bandung tersebut. (IM)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close