Jamaah Asysyahadatain, Thoriqoh Lokal Relevan Sepanjang Zaman dan Bentuk Karakter Manusia Unggul

Aksarajabar.com, CIREBON – Thoriqoh lokal yang relevan sepanjang masa serta menjadi media pembentukan karakter manusia unggul, demikian tiga pernyataan dari narasumber pada acara Diskusi Publik yang mengangkat tema “Relevansi Tuntunan Habib Umar Bin Ismail Bin Yahya di Era Milenial” yang digelar oleh Ikatan Remaja Masjid Miftahul Huda, Ciheurang, Desa Munjul, Kec. Astanajapura, Kab. Cirebon pada Sabtu pagi (28/12) di halaman Masjid setempat.

Dikatakan Habib Ali Ausath Bin Ismail Bin Yahya, apa yang diajarkan oleh Habib Umar Bin Ismail Bin Yahya adalah tuntunan yang terbaik di dunia jikalau kita mampu menerjemahkan dan mengamalkannya, maka akan relevan sepanjang zaman.

“ Tujuan akhir dari Asysyahadatain adalah untuk tidak berfanatisme, meninggalkan kejumudan serta agar murid Habib Umar berakhlak baik sehingga menjadi Uswatun Hasanah bagi seluruh manusia,” kata Habib Ali

Artikel Terkait  Pangdam Bersama Prajurit Dan PNS Kodam III/Siliwangi Beramai-Ramai Donorkan Darahnya Bantu Memenuhi Kebutuhan Darah PMI

Melengkapi pandangan tersebut, Ust Maula Asyari mengungkapkan, bahwa apa yang diajarkan oleh Habib Umar Bin Ismail Bin Yahya merupakan media pembentukan karakter manusia unggul.

“Istiqomah melaksanakan Subuh kemudian berdzikir hingga waktu dhuha tiba misalnya, dapat membentuk karakter manusia yang tenang dan sabar,” kata Maula.

Narasumber ketiga, Ust Yusuf Muhajir Ilallah menambahkan, bahwa menurutnya Jamaah Asysyahadatain adalah Thoriqoh Lokal beraliran Sunni serta bermadzhab Imam Syafi’i. Melalui syair (nadzom) yang diajarkan oleh Habib Umar, hiruk pikuk serta tantangan generasi milenial di era industri 4.0, Jamaah Asysyahadatain sangat relevan bagi generasi milenial.

Artikel Terkait  Optimalkan Website dan OpenSID, Munjul Siap Menuju Desa Digital

“Agama tergantung pada justifikasi dialektika seseorang, ketika ada justifikasi antar kelompok maka hal ini harus di dialekkan. Jama’ah Asysyahadatain Thoriqoh lokal lebih cocok dengan keaadaan yang ada di Indonesia saat ini.” Kata pria yang juga pengurus DPP Jamaah Asysyahadatain Indonesia tersebut.

Diskusi Publik tersebut sengaja digelar untuk menjawab berbagai dinamika yang dialami oleh generasi milenial pengamal Thoriqoh Jamaah Asysyahadatain yang didirikan oleh Habib Umar Bin Ismail Bin Yahya atau yang juga dikenal dengan Abah Umar, hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Fadhilah. (red)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close