Polusi Udara PT.Indobarat Purwakarta Diduga Sebagai Penyebab Belasan Warga Keracunan

Bupati: Jika terbukti perusahaan harus tanggung jawab...

Aksarajabar.com, Purwakarta –  Belasan warga Kampung Sawah, Desa Cilangkap, Kecamatan Babakancikao diduga keracunan akibat cerobong gas milik PT.Indobarat rayon beberapa waktu lalu.

Terkait hal itu, pihak pemerintah Daerah  Purwakarta tidak tinggal diam, Bupati Purwakarta mengaku telah memaggil perusahaaan yang memproduksi serat benang tekstil tersebut.

“Kami secara tegas telah memanggil pihak perusahaan, jika ada dugaan kelalaian kami akan tindak tegas secara hukum yang berlaku,” tegas Bupati Purwakarta Ambu Anne Mustika pada media.

Bupati juga turut prihatin atas adanya peristiwa keracunan yang menimpa warganya itu, dia berharap perusahaan mau bertanggung jawab jika kemudian terbukti keracunan warganya akibat dari kelalaian dari perusahaan.

Artikel Terkait  Guru SMKN 1 Cipeundeuy Produksi Dan Bagiakan Masker Gratis

“Karena kasus keracunan ini sudah menimpa warga, apapun alasannya perusahaan harus bertanggung jawab atas pengobatan warga yang menjadi korban,” tambahnya.

Pada keaempatan yang lain, Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta diketahui meninjau ke lapangan, dengan membentuk pengawasan pada, hal tersebut diketahui langsung dari Kadis LH, Deden Guntari.

“Supaya tidak ada kasus yang serupa terjadi, kami telah membentuk pengawasan,”  jelasnya.

Artikel Terkait  3 Kecamatan Dapat Bantuan Untuk Perangi Covid-19

Deden menambahkan terkait penindakan apa yang diberikan terhadap perusahaaan PT.Indobarat, pihak Dinas Lingkungan Purwakarta sedang menunggu uji laboratorium.

“Kami sangat berhati-hati, karena perlu uji lab dulu sebelum memberikan tindakan ini, namun kami ingin perusahaan tidak lagi membuat kejadian serupa terulang lagi,” pungkasnya.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak perusahaan, PT.Indobarat belum bisa memberikan keterangan kepada para awak media di Purwakarta. (fuljo/red)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close