Pecahkan Persoalan Pangan di Indonesia Melalui Webinar Geosindo

PT Geosindo menyelenggarakan Webinar Nasional GIS#1 (Geosindo Interaktif Series) dengan Tema “Peran Teknologi Informasi Geospasial Untuk Mendukung Kebijakan Pangan Indonesia”. jum’at (19/6).

Pimpinan Perusahaan, Rheza Wahyu Anjaya Menyampaikan bahwa alasan tema tersebut dijadikan sebagai tema Webinar. Menurutnya isu ini mengingat pangan salah satu kebutuhan primer yang harus dijaga pada saat pandemi covid 19 adanya kelangkaan pangan, kenaikan harga, dan ketersediaan stock akan mempengaruhi kondisi ekonomi sosial yang terjadi di masyarakat, akar konflik baik secara vertikal maupun horizontal dapat berawal dari hal ini.

“FAO (Food and Agriculture Organization) pada April lalu juga memperingatkan adanya ancaman krisis pangan akibat pandemi COVID-19. Krisis pangan harus disikapi serius. Kita bisa terancam gelombang kelaparan, juga telah diingatkan World Food Programme (WFD),” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan ketetangan yang disampaikan WFD, sesudah lebih dari 300 ribu nyawa melayang akibat serangan virus Corona sejauh ini, ancaman yg mengintai kita berikutnya adalah ancaman kelaparan.

“Maka dibutuhkan perencanaan yang matang agar ancaman ini tidak terjadi,” jelasnya.

Sementara itu Mewakili pemerintah, staf khusus Kementrian Perdagangan Republik Indonesia, Sioewardi Esiandy Selamet menyampaikan materi tentang Peran Kementerian perdagangan dalam upaya menanggulangi masalah pangan saat pandemi.

Dia menerangkan bahwa Memang tren pangan pada masa pandemi adalah kedaulatan pangan dan mengurangi impor.

“Salah satu solusinya adalah menghitung neraca kebutuhan pangan dalam negeri dapat memanfaatkan informasi geospasial,” ungkapnya.

Webinar tersebut ditutup dengan penjelasan dari Sujana, yang menyampaikan materi tentang Peran Teknologi Informasi Geospasial Untuk Mendukung Kebijakan Pangan Indonesia.

Dia membahas bagaimana Informasi Geospasial dapat membantu regulator dalam menentukan kebijakan ketahanan pangan di Indonesia.

“Dengan perhitungan luas bahan baku sawah yg sangat akurat dapat meminimalisir kesalahan estimasi produksi pangan nasional,” katanya.

Banyak solusi IG untuk memecahkan persoalan pangan di Indonesia. Dengan SIG segala informasi dapat disajika secara terukur dan dapat di tampilkan melalui web/android sebagai contoh. (rls/red)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close